Mengetahui Ciri Lovebird yang Sakit

Tunggu sampai 100%
Generate Link Akan Muncul

Cara ternak lovebird sejatinya mudah, lovebird ini merupakan hewan yang perawatannya tidak sulit. Lovebird juga memiliki ketahanan tubuh yang baik. Akan tetapi, tidak semua lovebird bisa seperti itu. Adakalanya, seekor burung lovebird pun akan mengalami sakit, meskipun telah dirawat dengan penuh perhatian dan kebaikan.

Hal terbaik memang memberikan pencegahan, yaitu membiasakan lovebird dalam lingkungan bersih dan dalam perawatan yang baik dan terukur. Sehingga slogan orang tentang pencegahan lebih baik daripada tindakan pengobatan adalah hal sangat betul tentunya.
Ciri Lovebird yang Sakit

Ketika kita beternak lovebird, maka ada perlakuan khusus untuk lovebird yang sedang sakit. Lovebird  yang sedang sakit membutuhkan penanganan dan perawatan khusus. Langkah pertama adalah dengan segera memindahkan suspect lovebird yang mulai terjangkit tanda-tanda penyakit itu keluar dari kelompok lovebird yang masih sehat. Tujuannya agar kelompok lovebird dan burung yang lain tidak tertular.

Nah,beberapa ciri-ciri burung lovebird yang sedang sakit itu dapat di lihat dari beberapa tanda yang kita kenal, seperti :

Mata

Lovebird yang menampakkan gejala sakit atau tidak sehat, biasanya pada kedua matanya mengeluarkan sekretum (cairan yang tidak normal), matanya berubah warna atau kecerahannya memudar, terlihat sayu, mata sering memejam (merem), dan terjadi pembengkakan di sekitar mata.
Ini bisa terjadi pada kedua matanya, atau hanya salah satu sisi matanya saja. Keadaan abnormal pada burung ini biasanya juga merupakan tanda untuk segera melakukan langkah penanganan isolasi tahap pertama.

Lubang Hidung (nostril)

Tanda kedua burung lovebird yang tidak sehat adalah pada hidungnya keluar ingus atau sesuatu yang membeku dari kedua lubung hidung,  yang terkadang mengakibatkan tertutupinya nostril dan selanjutnya menyebabkan flu ringan (bersin-bersin) pada lovebird.
 Burung yang sakit juga sering membuka paruhnya karena kesulitan dalam bernafas. Selain itu bulu-bulu disekitar nostril dan kepala biasanya akan terlihat kotor yang dikarenakan sering digaruk atau diusap dan bercampur dengan ingusnya.

 Sayap dan Bulu-bulu

Tanda ketiga dari burung lovebird yang sedang menuju gejala sakit adalah, bulu tampak suram dan kusut tak bercahaya, sayap terlihat lemah dan lunglai, kemudian kebiasaan lovebird yang berperilaku menata bulu setiap harinya tidak dilakukan oleh lovebird.

Selera Makan Burung lovebird sakit

Seperti halnya manusia dan kebanyakan makhluk hidup lainnya. Ketika mengalami gejala sakit, nafsu dan selera makan burung cinta ini akan turun atau hilang sama sekali. Burung ini menjadi tidak pandai mematuk dan memilah makanan di tempatnya, dan biasanya disusul dengan penurunan berat bada, yang terlihat dari tubuhnya mengecil dan sayu.

Dari Sisi Aktifitas Keseimbangan

Ciri ke enam, burung lovebird yang tidak sehat adalah burung terlihat sempoyongan seperti mabuk dan lemas, tidak mampu bertengger di dahan buatan, dan biasanya burung lebih suka mendekam di lantai kurungan, berdiam diri tidak bergerak (jetutut).

Persendian Tulang

Ciri ke tujuh yang tidak terlihat adalah pada sendi tulang terjadi bengkak dan berubah bentuk. Ini bisa dirasakan kalau kita memegang hewan ini secara langsung pada tubuhnya.

Apabila ada tanda-tanda diatas pada hewan peliharaan kita, terlebih ketika kita beternak lovebird. Kita sudah bisa mengetahui tindakan pertolongan pertama yang harus kita lakukan, karena hentakan pertama ketika burung lovebird mengalami gejala sakit, bisa menentukan arah kesehatannya.

Akan tetapi, apabila tidak mampu, segera bisa kita konsultasikan ke dokter hewan ataupun Puskeswan agar mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Tindakan Pertama pada Lovebird Sakit

Beberapa hal terkait pertolongan pertama pada burung lovebird yang kita ternakkan adalah sebagai berikut :

Memberikan kehangatan terhadap lovebird

burung yang terkena sakit perlu dipisahkan dari burung lovebird sehat lainnya. Setelah itu dimasukkan ke kandang tersendiri yang telah diberi alas koran dan diberikan bagian air minum lebih sedikit. Lebih baik ditambahkan kehangatan pada tubuh burung tersebut dengan memasangkan lampu pijar kurang lebih 60 watt.
Untuk mengurai cahaya terang sinar lampu, kita dapat memberikan penghalang tambahan seperti kertas atau kain tipis. Catatan pentingnya, perhatikan peletakan jarang penghalang kain atau kertas ini. Jangan sampai terlalu dekat dengan lampu yang berakibat bisa membakarnya.

Memberikan Tambahan Makanan

Langkah kedua dalam penanganan pertama burung lovebird menderita sakit adalah dengan menambahkan makanan lain yang memiliki kandungan gizi tinggi. Pakan ini lebih baik jika diberikan dalam bentuk bubur atau encer. Jika burung lovebird tetap tidak mau makan, maka kita dapat membantunya dengan cara diloloh (disuapkan) kemulutnya atau dapat disuntikkan seperti pada waktu burung lovebird masih kecil. Catatan, perlu hati-hati agar tidak masuk ke saluran pernafasan burung lovebird ini dalam melakukan suapan makanannya.

Memberikan minuman

Lovebid yang sakit biasanya memiliki keenganan terhadan minuman. Padahal terhadap suasana sakit, burung lovebird lebih sering membuang air hal ini ditandai bersama feces atau kotoran yang lebih encer dari biasanya. Keadaan ini bakal sebabkan lovebird menderita dehidrasi disamping penyakitnya.

Hal ini akan mampu diatasi bersama dengan memberikan makanan tambahan bubur atau type makanan yang mempunyai kandungan banyak air seperti pepaya. Ada beberapa breeder yang juga menambahkan larutan penyegar yang biasa dijual untuk manusia sebagai tambahan makanan burung itu, diberikan dalam jumlah terbatas dan dilarutkan kedalam air minum lovebird.

Memberikan Ketenangan

Lovebird yang sakit memerlukan banyak istirahat untuk mengembalikan suasana tubuhnya. Ketenangan juga menjauhkan stress terhadap burung agar suasana burung lebih cepat pulih. Sebaiknya ketika burung lovebird sakit jauhkan burung dari tempat manusia beraktifitas dan berlalu lalang,  karena hal ini dikhawatirkan akan mengganggu proses refitalisasi tubuh burung peliharaan kita ini.




Geser Keatas Sedikit
Powered by Blogger